Lemahnya Pertahanan ‘Garuda Muda’ Jadi Bulan-bulanan ‘Gajah Putih’

Thailand Indonesia U-23

Wahanabet – Timnas Indonesia U-23 kandas di semifinal SEA Games 2015 usai dikalahkan Thailand. Lemahnya pertahanan ‘Garuda Muda’ membuat ‘Gajah Putih’ dengan mudah memberondong lima gol ke gawang Indonesia.

Kesempatan Indonesia untuk meraih medali emas kembali sirna usai Thailand menghentikan mereka lewat kemenangan lima gol tanpa balas.

Lima gol yang bersarang ke gawang Indonesia ini memperlihatkan organisasi pertahanan Indonesia yang begitu mudah dieksploitasi lini tengah Thailand. Komunikasi antar pemain dan absennya Agung Prasetyo dan Abduh Lestaluhu menjadi faktor lain biang kekalahan Indonesia.

Sementara itu, Indonesia tak bisa keluar dari tekanan yang diberikan para pemain Thailand di area pertahanan Indonesia. Kesalahan-kesalahan mendasar kerap dilakukan yang mana ini membuat Indonesia tak terlalu mengancam gawang Thailand hampir di sepanjang pertandingan.

Susunan Pemain

Indonesia memang tampil pincang pada laga ini karena Agung dan Abduh adalah sosok vital di lini pertahanan Indonesia. Bahkan sejak Agung main sebagai starter di laga kedua melawan Kamboja, Indonesia tak pernah kalah dan hanya kemasukan satu gol.

Absennya Agung membuat Aji memilih duet Hansamu Yama dan Manahati Lestusen sebagai bek tengah. Sementara pos bek kiri yang ditinggalkan Abduh, ditempati oleh bek Persija Jakarta, Mario Vava Yagalo.

Selain pergantian ini, terdapat kejutan yang dilakukan Aji. Pada laga kali ini, Muchlis Hadi Ning yang telah mengemas tiga gol dibangkucadangkan dan memilih Yandi Sofyan Munawar sebagai ujung tombak Indonesia dalam formasi 4-2-3-1. Mungkin faktor kebugaran Muchlis yang selalu menempati susunan pemain di setiap laga babak grup membuat penyerang milik PSM Makassar ini sedang dalam tak kondisi fit.

Berbeda dengan Indonesia, Thailand tampil dengan para pemain terbaiknya. Thitiphan Puangchan yang selalu dipasang di lima laga pada babak grup kembali menghuni lini tengah Thailand sejak menit pertama. Kali ini, ia dipasangkan dengan Nurul Srinkayem dan sang kapten, Sarach Yooyen, di lini tengah.

Thailand yang selalu merotasi pemain pada babak grup, kembali memakai formasi 4-2-3-1 dan menurunkan dua winger produktif, Songkrasin Chanatip dan Rungrat Poomchangtuek. Sementara untuk posisi penyerang, pelatih Thailand, Choketawee Promrut, memilih Chananan Pombuppha.

Wahanabet
Sumber Detik

STATUS BANK

KONTAK KAMI